Siapa Bacawapres yang Dapat Mendongkrak Elektabilitas Ganjar? Begini Hasil Survei SMRC

Gambar Gravatar
Bacawapres Ganjar
Sandiaga Uno dan Mahfud MD, adalah bacawapres di antara 7 tokoh yang dianggap dapat mendongkrak elektabilitas Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 menurut survei SMRC.

Ada 7 bacawapres yang dianggap dapat mendongkrak elektabilitas Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 menurut SMRC. Di antara 7 bacawapres tersebut, siapa tokoh palingh ideal untuk berpasangan dengan Ganjar?

***

FARMENDEH.NET, MAKASSAR— Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) membuat simulasi pasangan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 jika diadu dengan Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar (Prabowo-Muhaimin) dan Anies Baswedan – Agus Harimurti Yudhoyono (Anies-AHY).

Bacaan Lainnya

SMRC menguji 7 nama bacawapres paling potensial untuk berpasangan dengan Ganjar berdasarkan pada preferensi publik. Nama-nama bacawapres yang disimulasikan dalam survei SMRC antara lain Airlangga Hartarto, Erick Thohir, Khofifah, Mahfud MD, Sandiaga Uno, Said Aqil, Yahya Staquf.

Di antara 7 nama bacawapres tersebut, siapakah yang paling bisa mendongkrak elektabilitas Ganjar saat berhadapan dengan Prabowo-Muhaimin dan Anies-AHY?

Baca juga: SMRC Ungkap Bacawapres Potensial untuk 3 Bacapres Terkuat Saat Ini, Siapa Saja Mereka?

Jika Ganjar berpasangan dengan Airlangga, maka hasil survei SMRC menunjukkan Ganjar-Airlangga mendapatkan elektabilitas sebesar 33,2%, lebih unggul  dari Prabowo-Muhaimin yang mendapatkan elektabilitas sebesar 31,1% dan  Anies-AHY yang mendapatkan elektabilitas sebesar 23,3%.

“Artinya Airlangga tidak jelek kalau dipasangkan dengan dengan Ganjar Pranowo,” ujar Pendiri SMRC, Saiful Mujani saat memaparkan materinya di kanal Youtube SMRC TV.

Jika Ganjar berpasangan dengan Erick Thohir, maka hasil survei SMRC menunjukkan Ganjar-Erick unggul sebesar 32,9% dari Prabowo-Muhaimin (32,4%) dan Anies-AHY (22,4%).  “Jadi mau dipasangkan dengan Airlangga atau pun Erick itu tidak ada bedanya,” Saiful Mujani.

Jika Ganjar berpasangan dengan Khofifah, maka hasil survei SMRC menunjukkan Ganjar-Khofifah mendapatkan elektabilitas 31,2%, dan kalah tipis dari Prabowo-Muhaimin (32,8%) namun menang dari Anies-AHY (23,9%).

Baca juga: Instruksi Jokowi untuk Kader PDIP: Di Sini Hadir Ganjar Pranowo, Saya Titip, Selamat Berjuang untuk Menang!

Jika Ganjar berpasangan dengan Mahfud, maka hasil survei SMRC menunjukkan Ganjar-Mahfud unggul sebesar 33,3% dari Prabowo-Muhaimin (30,1%) dan Anies-AHY (24,5%).

“Perbedaan antara Ganjar berpasangan dengan Mahfud dan Prabowo berpasangan dengan Muhaimin itu bedanya 3,2% dan itu kurang dari 2 kali marging of error,” ujar Saiful Mujani.

Jika Ganjar berpasangan dengan Sandiaga, maka hasil survei SMRC menunjukkan Ganjar-Sandiaga unggul sebesar 33,9% dari Prabowo-Muhaimin (30,7%) dan Anies-AHY (23,1%). “Kurang lebih sama dengan kasus Mahfud selisihnya tidak besar (Jika dibandingkan dengan Prabowo-Muhaimin),” ujarnya.

Jika Ganjar berpasangan dengan Said Aqil maka hasil survei SMRC menunjukkan Ganjar-Said Aqil mendapatkan elektabilitas sebesar 30,5% dan kalah dari Prabowo-Muhaimin (32,7%) namun masih tetap menang dari Anies-AHY (23,7%).

Baca juga: Resmi Didukung Perindo, Ganjar Andalkan Kekuatan Media Hary Tanoe

Jika Ganjar berpasangan dengan Yahya, maka hasil survei SMRC menunjukkan Ganjar-Yahya mendapatkan elekabilitas sebesar 29,9% dan kalah dari Prabowo Muhaimin (33,3%) namun masih tetap menang dari Anies-AHY (24,4%)

Meski pun tokoh bacawapres tersebut bakal membuat unggul Ganjar jika berhadapan dengan Prabowo-Muhaimin, namun Saiful Mujani menegaskan jika perbedaan elektoralnya tidak signifikan. “Semuanya tidak ada yang perbedaanya di atas 6% di antara pasangan ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Saiful Mujani, jika mempertimbabgkan preferensi pemilih soal pasangan mana yang terbaik untuk Ganjar agar lebih kompetitif berhadapan dengan Prabowo-Muhaimin, maka tidak ada yang berbeda antara satu tokoh dengan tokoh lainnya.

“Kalau tokoh ini yang dipertimbangkan, pertimbangannya bukan dari aspirasi pemilih. Tapi pertimbangan yang lain. Seperti orang yang tahu betul dengan tokoh-tokoh ini. Misalnya Erick Thohir plus minusnya apa. Nah itu kan orang yang ngerti kinerja Erick Thohir sebagai pejabat publik misalnya,” ujarnya.

Gambar Gravatar

Penulis partikelir. Menulis apa saja yang terkait politik dan budaya pop.

Pos terkait