PPP Meremajakan Diri Menjadi Partai Anak Muda

Gambar Gravatar
PPP Makassar
Sekretaris PPP Kota Makassar Rachmat Taqwa Quraisy (RTQ) ngobrol bersama awak media dan belasan kader PPP di sekretariat PPP Makassar, Selasa (20/6/2023).

FARMANDEH.NET, MAKASSAR— Di halaman Sekretariat DPC PPP Kota Makassar, belasan kader partai dan awak media sedang ngobrol santai. Sekretaris DPC PPP Kota Makassar, Rachmat Taqwa Quraisy (RTQ) terlihat begitu bersemangat menceritakan perkembangan PPP dan isu-isu hangat seputar politik.

Sejumlah kader partai yang mendampinginya terlihat masih muda dan mengenakan outfit khas milenial. Beberapa di antaranya terdaftar sebagai bacaleg. Ada bacaleg dari Dapil 3 bernama Aldy Rafzanjani Thamrin berusia 24 tahun. Ada juga bacaleg dari Dapil 1, Adi Novandi berusia 35 tahun.

Rachmat yang kini berusia 32 tahun bahkan berambut pirang putih, berkaos oblong, bercelana chinos, dan menengakan sepatu sneakers. Menandakan jika dirinya adalah politisi yang lahir dari rahim zaman milenial. Dia terlihat sangat jauh dari kesan kuno sebagai elit PPP.

Bacaan Lainnya

Rachmat bercerita, PPP Makassar saat ini membuka ruang yang sangat luas untuk anak muda yang ingin bergabung di partai. Sebab, partai berlambang ka’bah ini sadar atas kondisi zaman yang saat ini berada di genggaman kaum muda.

“Mau tidak mau kita merangkul anak muda. Karena kita sekarang ada di zamna milenial dan gen z. Sehingga kita harus menyesuaikan (dengan kondisi zaman),” ujar Legislator DPRD Kota Makassar itu.

Rachmat juga mengklaim jika rata-rata bacaleg PPP Makassar berstatus masih muda. Hal ini membuktikan jika saat ini PPP mulai meremajakan diri dengan merangkul anak-anak muda untuk menjalankan mesin partai.

“Ada (bacaleg) yang masih 21 tahun, perempuan. Ada di dalam (sekretariat),” ujarnya sambil menoleh ke pintu sekretariat PPP.

Meski sedang meremajakan diri, namun bagaimana pun juga PPP tetap mengakomodasi kader senior. Karena pengalaman politik mereka sangat dibutuhkan partai. “Saat ini kita manfaatkan waktu untuk berbenah,” ujarnya.

Untuk merangkul kaum muda bergabung ke partai, Ketua Komisi A DPRD Makassar itu bersama dengan Ketua PPP Makassar Akbar Yusuf harus selalu mencitrakan diri sebagai politisi muda, demi mengubah persepsi kaum milenial dan generasi Z tentang PPP.

Hal tersebut dilakukan agar anak muda tidak lagi memandang PPP sebagai partai orang tua yang ketinggalan zaman, dengan berkaca pada pimpinan partainya yang berjiwa muda. “Karena kepentingan anak muda hanya bisa diakomodir oleh anak muda,” ujarnya.

Di sisi lain, PPP Makassar juga berupaya mengubah sekretariat partai agar relevan dengan anak muda. Dengan begitu anak muda juga senang berpartai di PPP karena merasa nyamam berada di sekretariat.

“Kita juga sering buat sesuatu yang disukai anak muda. Misalnya mengubah sekretariat agar relevan dengan anak muda. Maka kita siapkan wifi, kopi, baju kaos, dan hal-hal kain yang disukai anak muda. Pelan-pelan kita merenovasi sekretariat agar disukai anak muda,” ujarnya.

“Kita juga mau bikin di sini (sekretariat) panggung pemuda pemudi Makassar. Beli gitar akustik. Kalau anak muda ini sudah nyaman di PPP. Mereka dengan sendirinya akan mengampanyekan PPP di generasi muda,” tambah Rachmat.

PPP sedang meremajakan diri

Merangkul generasi muda sebenarnya tak hanya terjadi di PPP Makassar. Namun sudah menjadi narasi yang sering dimainkan PPP di tingkat pusat dan di daerah-daerah lain di Indonesia.

Jika Anda mengetik “PPP Partai Milenial” maka akan banyak muncul pemberitaan mengenai usaha-usaha PPP dalam merangkul kaum muda, baik sebagai pengurus maupun sebagai bacaleg.

Masifnya narasi PPP sebagai partai anak muda juga bisa dilacak pada rekapitulasi pemberitaan PPP di website resminya. Mulai tahun 2021, narasi PPP sebagai partai anak muda sudah mulai disuarakan hingga kini.

PPP sepertinya sudah mulai menjalankan agenda peremajaan diri menuju partai anak muda. Dulu PPP yang didirikan pada 1973 ini dikenal sebagai partai kuno yang diisi tokoh agama dan politisi yang sudah berumur. Kini PPP mulai mengubah citra menjadi partai anak muda.

Upaya PPP dalam meremajakan diri bahkan dilaksanakan secara masif dan sistemik. PPP Sulsel sudah mulai menjalankan agenda ini sejak tahun 2020 lalu. Saat itu PPP Sulsel menggelar Dialog Kepemudaan dalam Rangkaian Hari Jadi PPP di Hotel Claro.

Di forum itu, Imam Fauzan Uskara selaku Ketua PPP Sulsel mengampanyekan PPP sebagai partai yang mulai meremajakan diri. “Dialog ini merupakan salah satu kampanye kita dimana kita ingin menunjukkan bahwa PPP tidak seperti persepsi orang-orang kalau PPP adalah partainya orang tua,” ujarnya.

Baru-baru ini juga, PPP meluncurkan program Green Action  di acara diskusi bertema ‘Milenial & Gen Z Ngobrol Bareng Pak Mar’ di Dion Senayan Park, Jakarta. PLT Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono menyebut, program Green Action adalah usaha PPP untuk melakukan pendekatan pada generasi milenial.

“Green Action ini adalah hijau yang bergerak yaitu merupakan pergerakan untuk merekrut dan juga memobilisasi PPP terhadap milenial,” ujarnya.

Melalui program tersebut, Mardiono berharap anak muda semakin tertarik bergabung ke PPP. “Program ini lah kita mulai (merekrut anak muda) dan ini akan terus bergerak di kota besar,” ujarnya.

PPP juga merangkul Sandiaga Uno, politisi dan pengusaha yang terkenal sangat lekat dengan citra ‘milenial’. Bahkan, PPP juga sedang berupaya menjadikan Sandiaga Uno sebagai bacawapres. Salah satu alasannya, agar Sandiaga Uno bisa menjadi magnet bagi para milenial.

Apakah usaha peremajaan diri ini bisa berhasil mencitrakan PPP sebagai partai anak muda? Apakah strategi yang dimainkan PPP akan berhasil menggaet pemilih milenial? Waktu yang akan menjawabnya.

Gambar Gravatar

Penulis partikelir. Menulis apa saja yang terkait politik dan budaya pop.

Pos terkait