Mafindo dan UNICEF Menggelar Diskusi Penting tentang Penanganan Hoaks dalam Isu Kesehatan di Makassar

Gambar Gravatar
Mafindo dan UNICEF Menggelar Diskusi Penting tentang Penanganan Hoaks dalam Isu Kesehatan di Makassar
Mafindo dan UNICEF Menggelar Diskusi Penting tentang Penanganan Hoaks dalam Isu Kesehatan di Makassar

MAKASSAR, FARMANDEH.NET — Dalam upaya yang bertujuan memperkuat advokasi penanganan hoaks di bidang kesehatan di daerah, Mafindo bekerja sama dengan UNICEF mengadakan kegiatan Advokasi dan Koordinasi dengan Pemangku Kepentingan dan Masyarakat untuk Memperkuat Deteksi dan Memerangi Hoaks yang Terkait dengan Isu Kesehatan di Tujuh Kota di Indonesia.

Tujuh kota tersebut adalah Surabaya, Aceh, Kupang, Makassar, Semarang, Lombok, dan Jayapura. Pada Jumat, 19 Mei 2023, giliran Makassar menjadi tuan rumah kedatangan Mafindo dan UNICEF di Hotel Arthama. Acara ini dihadiri oleh 20 undangan, termasuk perwakilan dari pemerintah daerah dan organisasi masyarakat.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat kolaborasi yang telah dilakukan sebelumnya oleh ICT Watch sebagai mitra dalam mengedukasi literasi digital di wilayah yang sama. Hal ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas dalam mendeteksi hoaks terutama yang berkaitan dengan isu kesehatan.

Bacaan Lainnya

Dalam acara ini, Dewi S. Sari bertindak sebagai fasilitator, yang juga merupakan Chief Operating Officer Mafindo. Dewi menjelaskan tentang maraknya hoaks di bidang kesehatan dengan memberikan contoh informasi terkait Covid-19.

Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika menunjukkan bahwa sejak 23 Januari 2020 hingga 17 Mei 2023, terdapat sekitar 2.297 temuan hoaks terkait Covid-19. Hal ini menunjukkan bahwa isu kesehatan merupakan salah satu topik yang sering dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan hoaks. Media sosial merupakan saluran utama penyebarannya.

“Untuk mengatasi hal ini, terdapat tiga pilar strategi dalam penanganan hoaks. Pertama, memperkuat mekanisme debunking hoaks, seperti social listening, fact checking, produksi konten, dan penggunaan chatbot. Kedua, melalui literasi digital untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, dan ketiga, membentuk mekanisme koordinasi, kolaborasi, dan advokasi,” ujar Dewi.

Diskusi dilanjutkan dengan pengisian kuesioner oleh peserta, pemutaran video iklan layanan masyarakat, perkenalan antara peserta, serta diskusi utama mengenai identifikasi masalah dan faktor penyebab munculnya masalah, serta merencanakan tindak lanjut yang akan dilakukan bersama. Kegiatan ditutup dengan pembacaan kesimpulan yang telah dicapai.

Originally posted 2023-05-24 08:08:16.

Gambar Gravatar

Jurnalis, Editor, Reporter, Penulis Konten Web, Web Developer.

Pos terkait