Kadisnakertrans Sulsel Sambut Baik Harmonisasi antara Pemerintah dan PT Vale

Gambar Gravatar
Kadisnakertrans Sulsel Sambut Baik Harmonisasi antara Pemerintah dan PT Vale
Kadisnakertrans Sulsel Sambut Baik Harmonisasi antara Pemerintah dan PT Vale

MAKASSAR– Manajemen PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dan para karyawan telah menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ke-20 yang diwakili oleh tiga serikat pekerja, yaitu Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi, dan Umum (SPKEP), Serikat Pekerja Bersatu Vale Indonesia (SPBVI), dan Federasi Pertambangan dan Energi, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FPE KSBSI), di The Rinra Hotel Makassar pada hari Senin (22/05/2023).

Penandatanganan dilakukan oleh CEO PT Vale Indonesia, Febriany Eddy, dan tim perunding. Acara ini dihadiri oleh perwakilan direksi, manajemen, dan pemerintah. Perundingan berlangsung selama tiga bulan di tiga kota, yaitu Makassar, Malang, dan mencapai kesepakatan akhir di Surabaya pada tanggal 19 Mei 2023. PKB merupakan persyaratan yang diatur oleh Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Tindakan ini menunjukkan komitmen PT Vale dalam membangun harmoni hubungan industrial antara manajemen dan karyawan, yang mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Ardiles Saggaf.

Bacaan Lainnya
Screenshot 31
Kadisnakertrans Sulsel Sambut Baik Harmonisasi antara Pemerintah dan PT Vale 2

Menurut Ardiles Saggaf, PT Vale merupakan salah satu perusahaan yang selalu melibatkan pemerintah dalam diskusi-diskusi terkait ketenagakerjaan.

“Hubungan yang harmonis antara pemerintah dan PT Vale sangat luar biasa. Mereka selalu melibatkan kami dalam setiap pembahasan, baik yang kecil maupun yang besar. Hubungan ini harus tetap dijaga dan ditingkatkan,” ujarnya.

Oleh karena itu, Ardiles Saggaf berharap dengan disahkannya PKB ke-20 PT Vale Indonesia, kenyamanan, kepuasan, dan kebahagiaan dapat tercipta dalam lingkungan kerja. “Oleh karena itu, PKB ini harus menjadi acuan bersama dalam implementasi ketenagakerjaan,” tuturnya.

Sementara itu, CEO PT Vale, Febriany Eddy, memberikan apresiasi kepada tim perunding dari perusahaan dan perwakilan serikat pekerja yang telah meluangkan waktu selama ini. Menurutnya, proses perundingan hingga mencapai kesepakatan merupakan komitmen untuk menjaga harmoni hubungan industrial antara pekerja dan pengusaha.

Ia mengatakan bahwa selain memenuhi persyaratan undang-undang, perseroan juga memastikan hubungan harmonis dengan para pekerja sebagai budaya yang senantiasa terjalin di PT Vale.

“Saya telah berdiskusi dengan tim perunding dari manajemen dan serikat selama 30 menit. Semuanya setuju bahwa proses perundingan selama tiga bulan berjalan dengan baik. Baik serikat pekerja maupun manajemen ingin mencapai perbaikan bersama, membawa misi pembangunan berkelanjutan, dan menerapkan nilai-nilai transparansi terbuka dalam perundingan ini,” ujar Febriany.

Ia menyatakan bahwa semangat PKB ke-20 diharapkan dapat menyatukan hati dan pikiran untuk memajukan perusahaan. “Melalui kemajuan PT Vale, kita dapat memajukan bangsa dan negara kita, Indonesia,” tegas Febriany.

Ketua SPKEP Vale Indonesia, Baso Murdin, dalam sambutannya menyatakan bahwa transparansi terbuka yang ditekankan oleh PT Vale bukanlah sekadar slogan promosi, tetapi benar-benar terimplementasi dalam proses perundingan berbulan-bulan yang lalu. “Berkat transparansi terbuka tersebut, perwakilan pekerja dapat mencapai kesepakatan yang baik demi kepentingan bersama,” ucapnya.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Ketua FPE KSBSI, Isak Bukkang, yang menyatakan bahwa fondasi hubungan industrial antara Vale dan karyawan sangat kuat. “Dengan adanya transparansi tersebut, kita tidak membuang-buang waktu dalam perundingan. Jika sebelumnya perundingan bisa berlangsung selama lima hingga enam bulan, itu menunjukkan adanya keinginan besar untuk memenuhi kepentingan satu sama lain,” jelasnya.

Ketua Tim Perunding Manajemen PT Vale, Deddy Aulia, menyatakan bahwa setiap pihak seharusnya sudah membangun komunikasi, memahami isi PKB, dan implementasinya di lapangan sejak awal. “Baik serikat pekerja maupun manajemen. Keduanya telah berinteraksi sejak awal, sehingga kepercayaan telah terjalin. Ketika ada kepercayaan, perjalanan menuju kesepakatan menjadi lebih mudah,” ucapnya.

Selain itu, hadir juga dalam acara ini Chief Operating Officer PT Vale Indonesia, Abu Ashar, Acting Chief Technology Office PT Valer Jinan Syakir, Head of People & Culture PT Vale, Gustaf Ganna Songgo, dan manajemen PT Vale lainnya. Turut hadir juga Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Luwu Timur, Kamal Rasyid, serta perwakilan serikat dan buruh lainnya.

Originally posted 2023-05-25 03:11:27.

Pos terkait