Danny Mundur dari NasDem Karena Ogah Dukung Anies Baswedan

Gambar Gravatar
Danny pomanto
Wali Kota Makassar Danny Pomanto memutuskan mundur dari Partai NasDem karena alasan keluarga dan politik.

FARMANDEH.NET, MAKASSAR— Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto alias Danny Pomanto belakangan ini menjadi sorotan publik karena beredar surat pengunduran dirinya dari Partai NasDem.

Danny sendiri telah membenarkan pengunduran dirinya dari partai yang membantunya memenangkan Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2019. Dia menyampaikan dua alasan utama yang melatarbelakangi keputusannya tersebut.

Alasan pertama yang diungkapkan Danny adalah alasan keluarga. Anak perempuannya, Aura Imandara, terdaftar sebagai calon legislatif (bacaleg) DPRD Sulsel dari partai NasDem. Sementara itu, istrinya, Indira Jusuf Ismail, terdaftar sebagai bacaleg DPR RI dari NasDem juga.

Bacaan Lainnya

Dalam situasi tersebut, Danny mengungkapkan bahwa ia meminta anak dan istri untuk mundur dari partai NasDem dan sebagai bacaleg. Hal ini dikarenakan Aura sedang hamil dan Indira mengalami sakit saat mendekati Idul Adha.

Danny berpendapat bahwa keputusan ini harus diambil segera agar kader NasDem lainnya dapat mengisi posisi mereka. “Kalau setengah-setengah mending mundur. Karena kalau mundurnya sudah dekat pengumuman DCT nanti kesannya seperti sabotase,” ujarnya kepada wartawan, Senin (3/6/2023).

“Makanya secara sopan santun politik, harus memilih mundur, kalau mundur siapa yang harus menggantikan (posisi keluarganya sebagai bacaleg di NasDem),” sambung Danny Pomanto.

Alasan kedua yang disampaikan Danny adalah alasan politik. Meskipun ia enggan memberikan penjelasan yang jelas, Danny mengakui bahwa salah satu alasan politiknya untuk mundur dari NasDem adalah ketidakinginannya mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) dari NasDem.

“Yah saya kira bisa juga alasan itu (tidak ingin mendukung Anies Baswedan) karena ini kan pilihan pribadi, tapi bukan sebagai satu-satunya alasan,” ujarnya.

Danny pun memilih untuk tidak menjawab dengan jelas ketika ditanya mengenai posisinya dalam Pemilihan Gubernur Sulsel tahun 2024 dan kaitannya dengan pengunduran dirinya di NasDem.

Ia membiarkan masyarakat menafsirkan sendiri posisinya tersebut, menyebutnya sebagai bagian dari politik yang membutuhkan interpretasi. “Macam-macam tafsir sah saja kalau ada tafsir seperti itu. Saya kira namanya politik adalah tafsir,” ujarnya.

Gambar Gravatar

Penulis partikelir. Menulis apa saja yang terkait politik dan budaya pop.

Pos terkait