Anis Matta Beberkan Kriteria Capres Pilihan Gelora

Gambar Gravatar
Anis Matta

FARMANDEH.NET, MAKASSAR— Ketua umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengatakan jika partai yang dipimpinnya akan segera mengumumkan secara terbuka calon presiden (capres) yang akan didukung dalam Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

Partai Gelora telah menetapkan empat kriteria yang menjadi panduan bagi masyarakat dalam memilih capres dalam Pilpres 2024, yang diharapkan dapat menjadi pemimpin ideal Indonesia.

Anis Matta, dalam pernyataannya, menjelaskan kriteria-kriteria ini secara komprehensif dari empat perspektif: perspektif agama, perspektif kepentingan nasional, perspektif geopolitik, dan perspektif ancaman disintegrasi bangsa.

Bacaan Lainnya

Anis Matta menekankan bahwa dalam memilih seorang pemimpin, kita tidak perlu mencari yang sempurna, tetapi memilih orang yang tepat. Menurutnya, seorang pemimpin pada dasarnya adalah seseorang yang kuat dan amanah, yang bertanggung jawab atas mengurus urusan rakyat dan menerima gaji untuk itu.

“Kalau di Islam, dipanggil Khalifah Amirul Mukminin. Dia mengurus segala urusan umat, tidak hanya urusan politik, tetapi urusan seluruh rakyat. Sehingga butuh kejujuran, integrasi, tidak ragu-ragu dan amanah. Urusannya sangat kompleks, semua urusan negara diurus,” ujarnya.

Baca juga: Gelora Ingin Mengubah Sistem Pendidikan Indonesia, Ini Alasan Anis Matta

Anis Matta mengakui bahwa sulit untuk menemukan manusia yang sempurna yang dapat memenuhi semua persyaratan ini. Namun, dalam literatur, disebutkan bahwa hanya dua syarat yang perlu dipenuhi, yaitu kekuatan dan amanah.

Ia menyebutkan bahwa pada masa Rasulullah, ada seorang sahabat yang meminta sebuah jabatan, tetapi Rasulullah menolak memberikannya karena sahabat tersebut dianggap kurang kuat.

Para pemimpin Khulafaur Rasyidin seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib memiliki karakter yang berbeda-beda, ada yang tegas dan ada yang lembut. Namun, mereka semua memiliki kekuatan dan amanah.

Anis Matta menegaskan bahwa memilih seorang pemimpin berdasarkan perspektif agama tidak membutuhkan individu yang sempurna, tetapi orang yang tepat untuk situasi saat ini.

“Jadi kalau dalam sejarah Islam itu nggak pernah ada yang kriterianya sesempurna pada masa Khulafaur Rasyidin. Kriteria ini tidak akan utuh sekarang, tidak bisa kita menggunakan dalil-dalil agama untuk menegaskan calon yang akan didukung, tapi siapa yang tepat,” ujarnya.

Baca juga: Anis Matta Kritik Partai Islam: Hanya Tawarkan Narasi yang Mewakili Kelompoknya Saja

Dari perspektif nasional, pemimpin saat ini harus mempertimbangkan situasi geopolitik global. Anis Matta memperingatkan agar tidak memilih pemimpin yang akan menjadikan Indonesia sebagai medan tempur negara lain. Ia menyoroti potensi konflik antara kekuatan super, Amerika Serikat dan Tiongkok, di wilayah Asia-Pasifik.

Jika terjadi perang di wilayah ini, Indonesia akan terkena dampaknya karena letaknya yang strategis dan dapat menjadi zona konflik bagi negara-negara lain. Konflik semacam itu akan berdampak pada ekonomi Indonesia dan dapat menimbulkan kerusakan serius.

Anis Matta menekankan bahwa dalam Pilpres 2024, ancaman terbesar adalah polarisasi politik yang semakin meningkat. Hal ini berpotensi menyebabkan disintegrasi bangsa, terutama dalam situasi geopolitik global saat ini.

“Ancaman ini berbahaya bagi kita sekarang ini. Polarisasi politik di tengah situasi geopolitik global saat ini, bisa membuat ancaman disintegrasi bangsa. Indonesia bisa menjadi medan tempur negara-negara lain, kawasan Eropa, Afrika sudah, tinggal di kawasan Asia Pasifik. Jadi kita perlu kekuatan tengah yang kuat yang bisa menjadi faktor pemersatu,” tegasnya.

Oleh karena itu, diperlukan seorang pemimpin yang kuat dan mampu mempersatukan semua kekuatan, bukan mempertahankan polarisasi yang dapat memperburuk disintegrasi bangsa.

Dalam kesimpulannya, Anis Matta menyatakan bahwa Partai Gelora akan mencari seorang capres yang sesuai dengan empat kriteria yang telah dijelaskan.

“Seperti apa nanti capres Partai Gelora, Insyaallah tidak jauh-jauh dari referensi dan argumentasi kriteria tersebut. Siapa presidennya, ya kira-kira dari empat kriteria ini,” pungkasnya.

Gambar Gravatar

Penulis partikelir. Menulis apa saja yang terkait politik dan budaya pop.

Pos terkait