Anies Baswedan Kalah Lagi Versi Survei Indopol

Gambar Gravatar
Capres Anies Baswedan

FARMANDEH.NET, MAKASSAR— Anies Baswedan kalah lagi berdasarkan hasil riset lembaga survei. Menurut hasil survei Indopol yang dirilis pada Selasa (20/6/2023), elektabilitas Anies berada di posisi paling buncit jika dilawankan dengan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.

Baca juga: Elektabilitas Anies Terpuruk? Begini Hasil Survei 4 Lembaga Ternama

Direktur Eksekutif Indopol Ratno Sulistiyanto mengatakan, jika pemilihan presiden dilaksanakan hari ini dengan simulasi 3 nama capres, maka hasilnya Prabowo Subianto di urutan pertama dengan elektabilitas sebesar,  31,21%, disusul Ganjar Pranowo di angka 30,48%, dan Anies Baswedan di angka 26,53%.

Bacaan Lainnya

Sementara responden yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab sebesar  11,77%. “Ini sudah mulai meggumpal karena undecided voters-nya sudah 11,77%. Sekali lagi kesimpulan ini, gambaran dari tiga nama ini juga sama. Masih dinamis,” ujarnya yang dikutip dari kanal Youtube Indopol Survey Channel, Rabu, (21/6/2023).

“Jadi misalkan 11,77% ditambah ke Anies semua maka Anies juga unggul. Jadi masih belum ada angka dominan. Apalagi ketiga figur ini belum ada yang sampai di angka 45 bahkan 50,” tambah Ratno.

Survei Indopol dilakukan pada populasi penduduk Indonesia yang tersebar di 38 provinsi. Responden yang dipilih memenuhi dua kriteria, yaitu berumur 17 tahun atau lebih dan telah menikah. Selain itu, responden juga memiliki hak pilih dalam pemilu.

Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling. Dalam metode ini, proses pemilihan responden dilakukan secara bertahap dengan tahapan yang telah ditentukan. Jumlah responden yang diwawancarai sebanyak 1.240 orang, yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi.

Survei Indopol memiliki margin of error sebesar ±2,85% dengan tingkat kepercayaan 95%. Margin of error ini menggambarkan sejauh mana hasil survei dapat bervariasi dari populasi sebenarnya. Semakin kecil margin of error, semakin tinggi tingkat kepercayaan terhadap hasil survei tersebut.

Wawancara tatap muka (face to face interview) dilakukan kepada responden terpilih dalam rentang waktu 5-11 Juni 2023. Petugas survei yang melakukan wawancara sudah menjalani pelatihan sebelumnya. Responden yang dipilih mencakup laki-laki dan perempuan serta berbagai jenis profesi untuk memperoleh keragaman dalam representasi data.

Gambar Gravatar

Penulis partikelir. Menulis apa saja yang terkait politik dan budaya pop.

Pos terkait