Ahmad Basarah, Arya Wedakarna, Andi Armal Satukan Kader Nasionalis Sulsel Melalui Deklarasi The Soekarno Marhaen East

Gambar Gravatar
Soekarno
Ahmad Basarah, Arya Wedakarna, Andi Armal Satukan Kader Nasionalis Sulsel Melalui Deklarasi The Soekarno Marhaen East

FARMANDEH.NET, MAKASSAR— Deklarasi The Soekarno Marhaen East Indonesia di Banta Bantaeng, Makassar, Sulawesi Selatan pada Jumat (16/06/2023) menjadi momen penyatuan bagi para kader nasionalis sejati.

Deklarasi ini menandai langkah maju dalam mengawal ajaran-ajaran Bung Karno dan memperkuat persatuan di wilayah Indonesia Timur. Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan, Dr. Ahmad Basarah, dan tokoh-tokoh penting lainnya.

Dr. Ahmad Basarah menekankan pentingnya keselarasan antara Islamisme dan Nasionalisme sebagai dua elemen yang harus berjalan seiring. Ia menyoroti bahwa keberagaman budaya dan agama di Indonesia harus menjadi kekuatan bersama untuk memajukan bangsa. “Islamisme dan nasionalisme adalah dua rel yang harus sejalan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Deklarasi The Soekarno Marhaen di Makassar ini menjadi salah satu perwujudan konkret semangat persatuan dan semangat Bung Karno yang masih hidup dalam jiwa para kader nasionalis.

Arya Weda Karna, seorang tokoh nasionalis dan anggota IKN (Ikatan Keluarga Nasional), menggarisbawahi pentingnya menjaga dan memperkuat wilayah Indonesia Timur.

Ia menegaskan bahwa The Soekarno Marhaen East Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keutuhan dan kemajuan daerah tersebut.

Tokoh muda berbakat, Andi Armal Al-Hakam, memberikan pernyataan yang menginspirasi para hadirin. Ia menekankan bahwa semangat dan ajaran Bung Karno tidak pernah mati, melainkan terus mengalir deras di dalam darah generasi penerus.

Andi Armal Al-Hakam meyakini bahwa dengan mengikuti jejak Bung Karno, mereka dapat membangun masa depan yang lebih baik bagi Indonesia. “IKN beserta Indonesia Timur Harus di Jaga oleh The Sukarno Marhaen East Indonesia,” ujarnya.

Deklarasi The Soekarno Marhaen East Indonesia ini menghasilkan kerja sama erat antara partai politik PDIP, organisasi pemuda GMNI, Korsa Marhaen, SEMMI, Sarekat Islam, dan Gerakan Pemuda Marhaen. Kerja sama ini bertujuan untuk mengawal ajaran-ajaran Bung Karno, memperkuat persatuan, dan memajukan Indonesia Timur.

DPP PDI Perjuangan dan pihak-pihak terkait menegaskan komitmen mereka untuk terus bergerak maju dan menjalankan misi perjuangan nasionalis.

Dalam beberapa bulan ke depan, mereka berencana untuk melaksanakan serangkaian kegiatan dan inisiatif guna mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan.

Gambar Gravatar

Penulis partikelir. Menulis apa saja yang terkait politik dan budaya pop.

Pos terkait